REANO

Ini tentang Reano. Anak remaja yang selalu diremehkan oleh keluarganya sendiri.

Tidak ada yang benar-benar tulus selain, diri sendiri.


***

Reano menghabiskan waktunya untuk belajar. Reano adalah tipe orang yang merasa tidak enak kalau tidak belajar. Itu sebabnya, Reano selalu ingin mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk belajar.  Bagi Reano, belajar adalah cara yang begitu sangat unik untuk mengetahui hal-hal yang ada di dunia ini. Reano suka menyendiri dalam kamar. Bagi Reano, menyendiri bukan berarti dirinya kesepian. Namun, kadangkala, ide-ide yang Reano pikirkan selalu muncul saat Reano sendiri. 

Terlihat menarik, namun sebenarnya Reano juga ingin bersosialisasi dengan orang-orang sekitar. Namun siapa sangka, tidak ada yang menganggap Reano ada. Sekalipun itu adalah keluarga Reano sendiri. 


***

Cita-cita Reano adalah menjadi guru. Reano sangat senang saat ia menjadi guru untuk dirinya sendiri. Reano suka mengajar hal-hal kecil pada dirinya sendiri. Reano suka menasihati dirinya sendiri dan bahkan Reano selalu memeluk dirinya sendiri. 

Karena, kalau bukan Reano siapa lagi yang akan melakukan hal itu pada Reano? Keluarga? Teman? Pacar? Bagi Reano, nama-nama itu terdengar asing  di telinganya. Sekalipun mereka itu ada, mereka tidak tulus pada Reano. Reano adalah orang yang benar-benar tulus pada dirinya sendiri.

***

Selain suka membaca buku, Reano juga suka menulis sesuatu di buku. Apa saja yang ia rasakan, ia akan selalu menulis dibukunya. Tulisan-tulisan yang Reano tulis sudah cukup banyak. Untuk itu, Reano memberanikan dirinya untuk menunjukan tulisan-tulisan tersebut pada keluarganya. Berharap, harapan Reano akan menjadi nyata.


***

Lagi-lagi Reano harus mengurung diri di kamar. Harapan yang ia harapkan hanya angan belaka saja. Tulisan yang Reano tuliskan selama ini adalah debu kaki di mata keluarga Reano sendiri.

 Apa karena Reano anak yang  pendiam sehingga wajar bila direndahkan? Tidak! Reano juga manusia. Reano berhak mendapatkan kasih sayang sekalipun itu sulit. Reano hanya ingin disayangi oleh keluarganya sendiri. Jika orang lain menganggap Reano sampah, apa keluarga nya akan menganggap Reano juga sampah?

Reano butuh rumah yang sesungguhnya.

***

Remaja seperti Reano adalah remaja yang banyak menyimpan luka. Jika Reano boleh memilih, Reano akan memilih luka karena dipukul daripada luka karena omongan. Setiap malam, Reano selalu menangis untuk melegakan hati nya yang pilu. Reano tidak peduli jika dia adalah laki-laki yang gampang menangis. 

Jika menangis adalah kesembuhan, lantas mengapa harus diperdebatkan?


***

Kehidupan Reano masih sama. Selalu diremehkan setiap saat. Setiap bangun pagi, pasti ada hal kecil yang akan menjadi masalah dan semuanya menyalahkan Reano. Hal-hal yang membuat Reano bangga pada dirinya sendiri selalu direndahkan oleh keluarganya sendiri. Jika Reano mengartikan kebahagian yang sesungguhnya adalah mencintai diri sendiri maka, keluarganya pasti akan mengartikan itu sebagai hal bodoh.

Bukankah arti kebahagian setiap manusia itu berbeda?


***

Banyak hal yang Reano ingin lakukan. Namun, takdir berkata lain. Reano mengakhiri hidupnya karena depresi.
Reano sudah pulang pada rumah nya yang sesungguhnya.




Penulis|26/05/2021


Terima kasih sudah membacakan cerita ini. Nantikan cerita selanjutnya di lain waktu dan di waktu yang tepat.

Komentar

  1. Good story ma beb.
    Kamu mengangkat banyak hal dalam ceritamu , mulai dari self love, parenting, dan toxic masculinity.

    Tapi sebelumnya sangat di sayangkan keputusan Reano untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

    Sisi baik dari seorang Reano adalah dia mencintai dirinya lebih dari apapun. Dia tdk peduli pada orang lain karena dia punya dirinya sendiri.
    Dia melakukan penerimaan diri yang baik.

    Namun cerita kamu ini juga memuat permasalahan pda remaja bund.
    Masalah parenting bagi keluarga yang mempunyai anak remaja atau dlm masa pertumbuhan seharusnya sangat-sangat di perhatikan.
    Parenting pada anak juga akan memperngaruhi kehidupan anak dimasa depan seperti termasuk dlm 8 fungsi keluarga, dmna salah satunya keluarga sebagai fungsi cinta kasih. But orang tua Reano tdk menjalankan fungsi itu . Itu sebabnya sangat² dibutuhkan kesiapan dalam merencanakan pernikahan atau berkeluarga, dan juga bagi keluarga yang memiliki anak remaja sebaiknya mengikuti program BINA KELUARGA REMAJA. Agar dpat mengetahui sebenarnya apa yang harus kita lakukan, sbg ortu yang memiliki anak usia remaja.

    Yang berikut nya adalah toxic masculinity.
    Laki-laki masih bnyak yang terjerat dlm kasus ini.
    Ada yang bilang laki-laki tdk boleh menagis tdk boleh make up, tdk boleh menunjukan emosinya dgan orang lain, dn masih bnyk lagi. Nahhh sekarang coba kita lihat, apa yang dirasakan laki-laki, sama hal nya di rasakan perempuan. Bisa marah , bisa, kesal, bisa menangis , bisa khawatir, bisa takut bisa cemas, dll. Semua itu adalah perasaan yang valid, so keluarkan bila memang harus di keluarkan kita sama sama manusia isn't??

    Lihat bagaimana reano mengakhiri hidupnya karena depresi?? That's the cause, cuz kita meremehkan kesehatan mental. Wehhh tolong saya panjang lebar ni komentar lagi. Wakakaka soalnya tulisan nya gregettt abis eh. Can't wait to the next story ecik✨💜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak Tasya. Komentarnya sangat-sangat bagus. Saya sengaja mengangkat isu seperti ini untuk dijadikan cerita. Berharap, kita bisa semakin sadar kalau kesehatan mental itu sangat-sangat penting.
      Em, kalau soal Reano, sebenarnya saya ingin menampilkan karakter yang taguh. Tapi, manusia adalah manusia. Ada titik lemahnya juga. Mungkin dengan cara itu, Reano bisa tahu arti rumah yang sebenarnya itu di mana.

      Hapus
    2. Namun, Kak Tasya benar. Sangat disayangkan tindakan Reano yang mengakhiri hidupnya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer