ZIAN


Sosok yang selama ini Zian kagumi adalah perempun yang rumahnya tidak jauh dari rumahnya sendiri. Sosok yang telah lama Zian kagumi. Bukan karena perempuan yang Zian kagumi itu cantik rupanya, melainkan karena kesederhanaannya. Teman-teman Zian, sangat heran sekaligus binggung dengan seorang Zian. Mereka binggung dengan Zian karena belum mempunyai pasangan. 

***

Semenjak Zian pertama kali melihat sosok yang ia kagumi, ia selalu merasa damai. Seolah, perempuan itu adalah pembawa damai untuknya. Namun, Zian selalu ragu untuk menemui perempuan itu. Bukan karena Zian tidak berani, melainkan karena Zian takut ditolak. Setiap kali perempuan itu membuka jendela kamarnya di pagi hari, Zian mungkin adalah orang yang pertama kali melihat senyum di bibir perempuan itu. Zian benar-benar merasa bahagia melihat itu.

Hal apapun tentang perempuan itu, sudah Zian dapatkan. Alhasil, Zian juga menyukai apa yang perempuan itu suka. Jika perempuan itu menyukai warna biru, Zian juga akan menyukai warna biru. Jika Zian yang dulu benci matematika, harus berusaha untuk menyukai matematika, karena perempuan itu seakan candu dengan matematika. Jika perempuan itu rajin menulis, maka Zian akan berusaha menulis sesuatu. Singkatnya, Zian meniru apa yang perempuan itu lakukan.
Bagi Zian, sosok perempuan yang selalu ia kagumi itu seperti kebahagian sekaligus keberuntungan baginya. Melihatnya saja membuat hati Zian damai, apalagi memilikinya. Namun apakah itu bisa?


***

Kebiasaan yang Zian lakukan adalah mencari tahu tentang perempuan itu di media sosial. Zian pernah mendengar siapa nama perempuan itu dari sopir pribadi perempuan itu yang kebetulan lewat di depan rumah Zian. Zian selalu tersenyum saat melihat foto perempuan itu di Instagram. Seakan, itu adalah candu bagi Zian. Namun, Zian masih belum bisa menemui perempuan itu. Ya, Zian masih ragu. Zian takut luka itu akan terulang lagi. Zian butuh waktu yang tepat untuk menemuinya.


Ternyata, apa yang selama ini  Zian tatap tidak akan menetap. Apa yang Zian harapkan tidak akan terwujud. Kejadian itu benar-benar membuat Zian tidak tahu arah. Seolah luka itu kembali lagi. Zian kehilangan sosok perempuan itu. Zian merasa hampa dan sangat. Apa inikah balasannya karena keraguan Zian?  Zian menyesal karena ia belum sempat memiliki perempuan itu. Perempuan yang Zian kagumi karena kesederhanaannya telah pergi untuk selama-lamanya.



***



Penulis |23/05/2021



Terima kasih sudah membacakan cerita pendek ini.

Komentar

Postingan Populer