MIMPI LALA


Namanya Lala, anak desa yang mempunyai mimpi, namun selalu dianggap remeh oleh teman-temannya. Teman-temannya selalu memandang rendah Lala apalagi mimpi-mimpinya. Mereka menganggap bahwa mimpi Lala hanya bayangan saja dan tidak akan menjadi realita. Mereka selalu mengejek Lala jika Lala selalu membahas mimpi-mimpinya. Namun, bagi Lala, mimpi-mimpinya akan membawa ia pada masa depan yang cerah.

Tidak ada yang memberi dukungan untuk Lala. Tidak ada kata-kata semangat yang Lala dengar. Hanya ada kata-kata yang membuat Lala merasa sedih dan bahkan ia sampai menyerah. Di sekolah, Lala adalah murid yang bodoh. Tidak bisa menjawab pertanyaan dan setiap ada ujian, nilainya paling rendah. Hal itu yang membuat teman-temannya tidak yakin jika Lala bisa menggapai mimpi-mimpinya.

Di sekolah, Lala memang anak yang bodoh. Namun, tidak untuk di luar lingkungan sekolah. Hal yang dilakukan Lala sepulang sekolah adalah mengamati keadaan di desanya. Mengamati pemandangan yang indah nan sejuk. Ia lalu melukisnya dengan sangat indah. Ya, salah satu mimpi Lala adalah menjadi seorang pelukis. 

Jika Lala bodoh di pelajaran matematika, namun ia cukup pintar di pelajaran sastra Indonesia. Lala tidak pernah lupa untuk menulis karya-karya sepulang sekolah. Seperti cerita pendek, puisi, pantun, dan kata-kata motivasi. Baginya, hal-hal yang ia bisa lakukan adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Ia selalu menulis apa yang ia alami. Karena Lala ingin menjadi seorang penulis.

Mimpi-mimpi Lala bukan hanya ingin  menjadikan dirinya sebagai orang yang dihormati. Ia juga ingin membuat mimpinya menjadi realita yang berguna bagi orang lain. Mimpi Lala yang lain adalah ia ingin membangun perpustakaan di desanya agar anak-anak kecil bisa mendapatkan apa yang mereka cita-citakan dengan membaca buku. 

Bagi Lala, sukses itu bukan tentang penghargaan yang sudah diraih. Namun, tentang dampak-dampak yang sederhana yang ia berikan pada orang lain yang bisa membuat orang-orang merasakan kebahagian, kenyamanan, dan keadilan. 

Lala anak desa itu sudah meraih mimpinya. Berkat kerja kerasnya ia berhasil membuat mimpinya menjadi realita dan bisa memberikan hal-hal yang positif bagi orang lain. Lala memang bodoh di sekolah. Namun, bukan berarti Lala bodoh dalam semua hal. Lala sudah membuktikan jika ia juga bisa. Lala sudah membuktikan pada teman-temannya bahwa ia juga berbakat. Lala sudah membuktikannya lewat mimpi-mimpinya.



Jangan merasa diri bodoh karena perkataan orang lain. Lakukan apa yang kalian suka dan buatlah itu menjadi sebuah kesuksesan.
...







Penulis|28/07/2021




Terima kasih sudah membacakan cerita pendek ini.




Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer