PERPUSTAKAAN
Dia adalah Kasih. Namanya sangat tepat dengan sikap yang ia miliki. Selalu mengasihi orang seperti mengasihi dirinya sendiri. Baginya, mengasihi orang lain adalah hal yang paling mulia untuk dilakukan. Ia ingin membuat orang lain bahagia, seperti membahagiakan dirinya sendiri.
Kasih bukanlah anak yang bisa melakukan segalanya dan bukan juga anak yang terlahir dari keluarga yang serba ada, namun Kasih terlahir dari keluarga yang mempunyai semangat untuk membuat suatu hal yang bermanfaat untuk orang lain.
Ayah Kasih adalah seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan Ibu Kasih adalah seorang Ibu rumah tangga yang mempunyai bakat menulis puisi dan cerita pendek.
Bagi Kasih, mempunyai keluarga yang bisa memberi semangat untuk menggapai mimpi adalah suatu anugerah yang patut untuk disyukuri.
Kasih tidak memiliki banyak teman, namun Kasih mempunyai banyak buku yang selalu menemaninya. Setiap hari, Kasih selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku. Bukan hanya itu, Kasih juga mengajarkan anak-anak kecil di kampungnya untuk membaca buku.
Kasih percaya, dengan membaca buku, hidup kita akan berubah menjadi pribadi yang baik.
Halaman di depan rumah Kasih, ia jadikan sebagai taman baca untuk anak-anak kecil di kampungnya itu. Hal sederhana, namun Kasih sangat bahagia saat ia melihat tawa bahagia dari anak-anak kecil itu. Kasih ingin membuat anak-anak kecil di kampungnya tahu tentang Indonesia dengan mengajarkan mereka membaca buku.
Setelah hujan sore, Kasih mengambil bukunya lalu ia menulis apa yang nanti ia lakukan untuk membuat anak-anak kecil di kampungnya senang membaca buku. Ia terus memikirkan hal apa yang bisa ia lakukan sampai ia bisa menemukan apa yang ia nanti lakukan.
Membangun perpustakaan di kampungnya.
Kasih tersenyum penuh tekat untuk membangun perpustakaan di kampungnya. Ia tahu, tidak mudah untuk membangun sebuah perpustakaan bila ada orang lain yang tidak setuju dengannya, namun Kasih tetap teguh dengan pendiriannya untuk membangun perpustakaan.
Kasih ingin anak-anak kecil di kampungnya juga bisa merasakan apa yang anak-anak di kota rasakan dan cara Kasih untuk melakukannya adalah dengan mendirikan perpustakaan kecil di kampungnya.
Ada sedih dan senang selama Kasih dan pihak-pihak yang membantu Kasih mendirikan perpustakaan kecil di kampungnya. Namun, semangat dan kerja sama membuat mereka tidak merasakan lelah saat membangun sebuah perpustakaan. Kasih juga mulai mencari sumbangan-sumbangan buku untuk di simpan di perpustakaan di kampungnya nanti. Ia percaya, orang baik akan selalu mendapatkan hal baik juga.
Perpustakaan Ilmu Untuk Berbagi.
Itulah nama yang terpampang di depan perpustakaan yang Kasih rintis dulu. Sekarang, Kasih sudah mewujudkan impiannya yang ia tulis di bukunya dulu. Kasih sangat senang melihat anak-anak kecil tertawa dan gemar membaca buku. Bagi Kasih, itu adalah sebuah hadiah untuk dirinya.
Kasih tersenyum bahagia saat mendengar satu anak kecil yang mempunyai cita-cita menjadi dokter setelah membaca buku tentang perjalanan mengejar mimpi. Kasih yakin, apabila seorang anak kecil dibimbing, pasti cita-cita mereka akan terwujud. Kasih ingin anak-anak kecil di kampungnya punya semangat belajar yang tinggi untuk menggapai cita-cita mereka.
Kasih tahu, salah satu cara untuk menggapai mimpi adalah dengan membaca buku. Perpustakaan yang Kasih bangun adalah buktinya.
***
Penulis|29/08/2021
Terima kasih sudah membacakan cerita ini.
❤️❤️👍
BalasHapus💙
Hapus