AKU INGIN JADI GURU


"Aku ingin jadi guru," ujar seorang siswi kelas 12 SMA saat guru wali kelasnya menanyakan apa impiannya. Guru wali kelasnya tersenyum lalu berkata.


"Cintailah perkerjaanmu itu nanti, karena menjadi seorang guru adalah perkerjaan yang mulia."


***


Namanya Ainun. Siswi kelas 12 yang hobinya berkebun, membaca buku, dan menulis. Baginya menjalankan hobi sama dengan cara menghargai diri sendiri. Ainun bukanlah anak yang terlahir keluarga berada. Ia lahir dari keluarga sederhana, namun punya banyak cara untuk menghargai kehidupan. Ainun tak pernah mengeluh jika ia harus menjual sayur-sayuran demi mendapatkan satu buku pelajaran. Kecintaan Ainun terhadap buku, mengalahkan rasa malas.

Kehidupan Ainun tidak seperti cerita dongeng yang selalu ada keajaiban secara tiba-tiba atau sebuah cerita yang menceritakan seorang putri yang mendapat hadiah dari sang peri. Tidak! Kehidupan Ainun tidaklah seindah langit biru yang memberi tenang. Ainun harus lebih banyak berusaha untuk bisa meraih impiannya dan bisa membanggakan kedua orang tuanya. Jika Ainun tidak punya segalanya, setidaknya Ainun tahu akan semua hal dengan cara belajar.

Ainun bisa merasakan bagaimana rasanya jadi anak SMA berkat usahanya sendiri. Setiap hari, Ainun selalu meluangkan waktunya untuk belajar, bertanya pada orang yang ahli di bidangnya, dan juga berdoa. Alhasil, ia mendapatkan beasiswa di SMA paling favorit di kotanya. Bagi Ainun, hal baik tidak dapat begitu saja, perlu usaha untuk meraihnya.


***

"Heh! Cewek cupu," panggil Bella.


"Ada apa Bel?" Tanya Ainun ramah.


"Nggak usah sok pintar dan nggak usah mimpi untuk raih masa depan Lo," ujar Bella tega lalu pergi dari hadapan Ainun.


Ainun menghela nafas panjang. Ia sudah terbiasa mendengar omongan dari teman-temannya. Apa menjadi orang pintar konsekuensinya adalah dibenci oleh banyak orang? Jika tidak, lalu mengapa Ainun dibenci hanya karena guru wali kelasnya selalu memuji kepintaran yang ia miliki? Ainun di sekolah tidak mempunyai banyak teman. Apa arti teman jika tidak bisa menemani di kala senang dan susah? Ainun hanya punya dirinya sendiri, teman sejati yang bisa menerima diri apa adanya. 

Ainun tidak pernah membalas perbuatan buruk teman-temannya. Ia hanya bisa bersabar dan percaya jika balas dendam terbaik adalah dengan menjadi orang sukses.


***

Ainun membaca surat impian yang ia tulis sejak kelas 2 SD. Surat yang ia tulis sedikit kotor, namun impian yang Ainun tulis terus menjadi semangat bagi Ainun untuk meraihnya. 


Bagi Ainun, belajar untuk meraih masa depan adalah cara untuk bisa membanggakan orang tuanya. Ainun ingin melihat senyum penuh bangga dari orang tuanya ketika ia bisa meraih impiannya. Ainun percaya dengan belajar impiannya pasti akan terwujud.


***


Guru wali kelas Ainun masuk ke dalam ruangan kelas lalu berkata.


"Hari ini, Ibu ingin kalian menceritakan impian atau cita-cita kalian. Dimulai dari nama pertama," ujar Ibu wali kelas Ainun yang bernama Kasih.


Ainun mengeluarkan surat impian yang ia bawa setiap hari saat pergi ke sekolah sebagai motivasi untuk belajar.


"Bu, saya ingin jadi dokter," ujar Bella dengan penuh percaya diri. Bu kasih tersenyum walau dalam hati ia menilai Bella mempunyai kemampuan di bidang seni dan sangat cocok untuk menjadi seorang seniman.


"Bu, saya ingin jadi presiden biar bisa meningkatkan perekonomian kita," ujar Ucok. Siswa paling humoris. 


Bu Kasih tersenyum bangga pada Ucok.


"Bu, saya ingin jadi jurnalis," ujar Nina.

"Supaya bisa kaya Mbak Najwa Shihab," tambahnya.


Satu persatu siswa-siswi menceritakan impiannya, tibalah giliran Ainun untuk menceritakan impiannya. Bu Kasih tersenyum kepadanya lalu bertanya.

"Ainun, cita-cita kamu apa?"

Sebelum Ainun menjawab, ia melirik kertas impian yang ia genggam.

"Heh, anak petani! Nggak usah punya cita-cita deh Lo. Percuma tau nggak!," Ujar Bella. Sepertinya Bella adalah duri di kehidupan Ainun.

"Bella, kamu tidak boleh ngomong seperti itu," tegur Bu Kasih.

Lagi dan lagi, Ainun hanya bisa menghela nafas.


"Saya ingin jadi guru Bu," ujar Ainun tersenyum.

"Kalau boleh tahu, kenapa kamu ingin jadi guru Ainun?" Tanya Bu Kasih.

"Karena dengan menjadi guru, saya bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dan membagi ilmu kepada semua orang," ujar Ainun. Ya, cita-cita Ainun adalah menjadi seorang guru. Bagi Ainun, menjadi guru adalah suatu hal yang paling indah.  Ainun tak bisa membayangkan dunia tanpa guru. 


"Cintailah perkerjaanmu itu nanti Ainun, karena menjadi seorang guru adalah perkerjaan yang mulia," ujar Bu Kasih.


***


Ainun yang diremehkan oleh temannya, Bella, kini menjadi guru di sekolah internasional. Ainun sudah bisa melihat senyum penuh bangga dari orang tuanya, Ainun juga sudah membalas dendam dengan menjadi orang sukses dan Ainun sudah meraih impiannya menjadi seorang guru.






Penulis |27/08/2022




Nantikan cerita pendek selanjutnya, dilain waktu dan di waktu yang tepat.


Komentar

Postingan Populer