CUMA TEMEN
Perjalanan jatuh cinta Diky memang terlalu ekstrim. Pernah jatuh cinta lalu saling mencintai lalu kemudian berakhir karena beda agama. Pernah juga ia berpacaran dengan seorang perempuan, lalu diputus secara sepihak.
"Ki, kita selesai ya."
"Kenapa?" tanya Diky
"Kamu terlalu baik buat aku."
Pada saat itulah, Diky tahu ternyata jadi orang baik pun akan selalu ada yang kurang di mata orang yang tidak tahu bersyukur. Sebulan setelah itu, Diky melihat perempuan itu sudah memiliki pacar lagi.
Meski begitu, perihal jatuh cinta, Diky tidak pernah kampok. Diky memang laki-laki yang sulit untuk jatuh cinta, tapi sekalinya ia jatuh cinta, dunia seolah tidak merestuinya. Perjalanan cintanya pasti putus tengah jalan.
Salah satu kesalahan yang pernah Diky lakukan adalah jatuh cinta pada perempuan menjelang mereka lulus. Diky memang pernah jatuh cinta, tapi untuk kali ini, jatuh cintanya terlalu menarik. Sebelum mereka lulus, Diky mencari cara untuk mendekati perempuan itu. Kebetulan, Diky tahu Instagram dari perempuan itu dan Diky akhirnya tahu kalau perempuan itu selama ini satu jurusan di kampus yang sama dengannya.
Berbagai pendekatan sudah Diky lakukan, seperti memutuskan untuk bergabung di organisasi yang sama dengan perempuan itu meskipun Diky bukan tipe anak yang suka berorganisasi, tapi demi mendapatkan cinta, ia rela keluar dari zona nyaman atau anggap saja cinta kali ini datang untuk membuatnya mengeskplor hal positif. Tidak hanya itu, Diky juga mulai belajar matematika, karena konon katanya perempuan itu sangat pintar matematika, sehingga tidak mengherankan lagi kalau perempuan itu adalah bendahara di organisasi yang Diky join.
Jatuh cinta kali ini, Diky merasa sangat produktif. Diky yang selalu malas membaca buku mulai mempunyai kebiasaan membaca buku. Bahkan, ia juga mulai ikut berbagai perlombaan dan di antara perlombaan itu, Diky dan perempuan itu bertemu saat perlombaan debat antar jurusan. Diky dengan semua argumentnya yang berkualitas dan disertai dengan alasan serta fakta yang masuk akal, membuat ia dan tim debatnya juara satu. Dan sejak saat itulah, Diky melihat senyum bangga dari perempuan itu untuknya. Andai perempuan itu tahu, kalau selama ini Diky terinspirasi darinya untuk menjadi seseorang yang bermanfaat dan tidak bermalas-malasan lagi.
Dua bulan kemudian, Diky akhirnya memantapkan dirinya untuk menebak perempuan itu dan inilah moment yang tepat saat perempuan itu mengajaknya untuk pergi ke toko buku hari ini. Demi apapun, Diky belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Takut.
"Ca, kamu mau jadi pacar aku?"
Acha menoleh.
"Apa?"
"Ada yang suka sama kamu."
"Siapa?" Tanya Acha penasaran.
"Aku."
Acha tertawa lalu ia berkata. "Ki, kamu lucu banget ya, bercandanya. Kita cuman temen doang."
Pendekatan yang Diky selama ini lakukan akhirnya berhasil membuat perempuan itu dekat dengannya bahkan mereka sudah dikira berpacaran, tapi meski begitu, perempuan itu selalu menjawab "Kita cuma temen kok." Tapi Diky seolah bodoh untuk memahami signal yang perempuan itu katakan. Sampai akhirnya, perempuan yang bernama Acha itu akhirnya menjadi pacarnya setelah usaha-usaha yang Diky lakukan membuat dirinya luluh.
Tapi, delapan bulan kemudian....
"Ki, kita selesai ya."
"Kenapa?" tanya Diky
"Kamu terlalu baik buat aku."
Pada saat itulah, Diky tahu ternyata jadi orang baik pun akan selalu ada yang kurang di mata orang yang tidak tahu bersyukur. Selama ini, Diky jatuh cinta sendirian. Cintanya hanya sebatas teman di mata Acha tapi dibalut dengan alasan "Kamu terlalu baik buat aku."
Terima kasih sudah membaca cerpen ini.
Komentar
Posting Komentar